Pemkab Kutai Kartanegara Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru Inklusi Sekolah Dasar Tahun 2025

education sosial

Tenggarong, 10 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka Peningkatan Kompetensi Guru Inklusi Sekolah Dasar Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Grand Fatma Tenggarong, pada Senin (10/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WITA ini diikuti oleh para guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman para guru dalam menerapkan konsep pendidikan inklusif di lingkungan sekolah.

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam satu lingkungan yang mendukung dan ramah terhadap perbedaan. Melalui kegiatan ini, para guru dibimbing untuk memahami strategi pembelajaran diferensiatif, teknik asesmen yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, serta metode pengelolaan kelas inklusif yang efektif dan humanis.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara dalam hal ini diwakili Dr. Nuraini, M.Pd ,PLt. Kepala Bidang Kurikulum, Pengembangan Bahasa dan Sastra, Perijinan Pendidikan, Pendik dan Tenaga Kependidikan dalam sambutannyaa… menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidikan.

“Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pendidik di Kutai Kartanegara memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melayani keberagaman peserta didik di sekolah masing-masing,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan dalam sambutannya.

Kegiatan bimtek ini diisi dengan beragam sesi interaktif, mulai dari penyampaian materi oleh narasumber berpengalaman di bidang pendidikan inklusif, hingga diskusi kelompok dan simulasi pembelajaran. Para peserta juga diajak untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan inklusif di sekolah mereka.

Antusiasme peserta tampak tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak guru yang aktif bertanya dan berdiskusi mengenai strategi pembelajaran yang bisa diterapkan sesuai kondisi di lapangan. Beberapa peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin guna memperluas wawasan dan keterampilan mereka.

Dengan terselenggaranya Bimtek ini, diharapkan para guru di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat semakin profesional dalam melaksanakan tugasnya serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua anak tanpa terkecuali. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan di Kutai Kartanegara sesuai dengan visi pendidikan nasional tahun 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *