
Grand Final Gebyar TIK 2025 resmi digelar pada 1 Desember 2025 di Hotel Horison Samarinda, diselenggarakan oleh UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan. Acara ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Gebyar TIK yang telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur.
Kegiatan grand final dibuka dengan sambutan resmi dari pihak penyelenggara, yang menyampaikan pentingnya literasi digital, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam sambutannya, penyelenggara menegaskan bahwa Gebyar TIK bertujuan mendorong siswa agar lebih aktif, kreatif, dan percaya diri dalam menghadapi dunia teknologi informasi.

Pada kategori Desain Poster, para finalis menunjukkan karya visual dengan pesan kuat — mengangkat tema teknologi, pendidikan, lingkungan, atau sosial. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, komposisi warna, teknik desain, serta efektivitas dalam menyampaikan pesan melalui visual.


Kategori Animasi menjadi salah satu lomba yang menarik perhatian karena para peserta menampilkan
karya animasi 2D maupun 3D dengan konsep orisinal. Penilaian mencakup kualitas alur cerita, desain karakter, kreativitas visual, serta penguasaan teknik animasi.Beberapa karya menampilkan efek visual yang kompleks, desain karakter yang kuat, serta penggunaan software animasi profesional. Juri juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta yang mampu menggabungkan teknik sinematografi, transisi halus, serta pengolahan audio yang selaras dengan cerita sehingga menghasilkan animasi yang lebih hidup dan berkualitas.


Lomba Desain Produk menampilkan berbagai rancangan inovatif — dari ide sederhana, prototype nyata, hingga model digital. Juri menilai aspek fungsionalitas, inovasi, estetika, dan potensi produk tersebut di dunia nyata. Ada yang membuat prototype alat sederhana, ada pula yang menampilkan model 3D sebagai konsep desain produk masa depan. Penilaian fokus pada inovasi, nilai fungsional, dampak manfaat bagi pengguna, estetika, hingga potensi produk untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa karya bahkan dianggap memiliki peluang untuk direalisasikan menjadi produk nyata karena memiliki konsep yang matang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, kategori MPL Mobile Legends menghadirkan pertandingan kompetitif dengan tim-tim terbaik yang lolos ke babak final. Mereka menunjukkan strategi, koordinasi tim, dan keterampilan bermain yang maksimal. Suasana makin meriah dengan sorak-sorai penonton dan dukungan komunitas.
Selain kompetisi, Grand Final juga menjadi sarana bagi siswa, guru, dan pembina TIK untuk bertukar ide dan pengalaman. Semangat kolaborasi, kreativitas, dan semangat bersaing sehat terasa sepanjang acara — membuktikan bahwa Gebyar TIK bukan sekadar lomba, melainkan wadah inspirasi dan apresiasi.
Pada akhir acara, panitia mengumumkan pemenang dari setiap kategori, memberikan penghargaan, piagam, dan apresiasi khusus bagi karya luar biasa. Penyelenggara berharap Gebyar TIK 2025 bisa menjadi momentum awal agar generasi muda semakin giat mengeksplorasi dunia digital dan teknologi.
Dengan selesainya Grand Final di Hotel Horison Samarinda, UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan berharap event ini dapat terus digelar di tahun-tahun mendatang — menjadi agenda rutin yang menginspirasi dan memacu daya kreativitas siswa di Kalimantan Timur dan sekitarnya.
