Sekolah Kristen Sunodia Samarinda Perkuat Kompetensi Guru melalui In House Training Pembelajaran Kecerdasan Artifisial

education sosial Tech

Samarinda, 15 Desember 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, Sekolah Kristen Sunodia Samarinda menggelar In House Training (IHT) Pembelajaran Kecerdasan Artifisial pada Senin (15/12). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WITA di Sekolah Kristen Sunodia, Jalan Kartini No. 112 A, Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Kalimantan Timur.

Pelatihan ini diikuti oleh para guru Sekolah Kristen Sunodia dan difokuskan pada pengimbasan ilmu kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung kebutuhan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendorong transformasi pendidikan di era digital.

Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

Pesatnya perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran dinilai mampu membantu guru dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan pembelajaran, pembuatan bahan ajar digital, hingga pengelolaan evaluasi dan asesmen siswa.

Kepala Sekolah Kristen Sunodia, Alfonsus Sigalingging, S.Pd, selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dengan pemahaman teknologi yang aplikatif dan bertanggung jawab.

“Guru perlu memahami perkembangan teknologi agar dapat menggunakannya secara bijak dalam proses pembelajaran. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.

Materi Aplikatif dari Narasumber Berpengalaman

Sebagai narasumber, Sekolah Kristen Sunodia menghadirkan Dedi Priansyah, M.Kom, yang dikenal sebagai praktisi dan trainer di bidang teknologi informasi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep dasar kecerdasan artifisial, peluang pemanfaatannya di dunia pendidikan, serta batasan etika dalam penggunaan AI oleh tenaga pendidik.

Materi disampaikan secara komunikatif dan disertai contoh-contoh penerapan AI yang dapat digunakan guru dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Para peserta juga diajak untuk memahami bagaimana AI dapat membantu penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta peningkatan efisiensi kerja guru.

Antusiasme dan Diskusi Interaktif

Kegiatan IHT berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan pembelajaran yang mereka hadapi di kelas. Diskusi tersebut memperkaya pemahaman peserta mengenai pemanfaatan AI secara tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

Melalui diskusi ini, peserta memperoleh gambaran nyata bahwa kecerdasan artifisial bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat pendukung yang dapat meningkatkan efektivitas dan kreativitas dalam mengajar.

Komitmen Berkelanjutan Tingkatkan Mutu Pendidikan

Dengan terselenggaranya In House Training ini, Sekolah Kristen Sunodia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. Sekolah berupaya memastikan bahwa para guru siap menghadapi perubahan dan mampu mengintegrasikan teknologi secara positif dalam proses pembelajaran.

Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara nyata di ruang kelas, sehingga memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan dan pengalaman belajar peserta didik.

In House Training Pembelajaran Kecerdasan Artifisial ini menjadi langkah strategis Sekolah Kristen Sunodia Samarinda dalam menyiapkan sumber daya pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *