MUI Kaltim Rajut Harmoni dalam Silaturahim dan Halalbihalal Idulfitri 1447 H

Religi Religius sosial

Samarinda – Nuansa kehangatan dan persaudaraan menyelimuti Ballroom Hotel Puri Senyiur, Samarinda, pada  Selasa (7/4/2026).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar acara Silaturahim & Halalbihalal Idul Fitri 1447 H sebagai momentum mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Benua Etam.

Mengusung tema “Saatnya Menata Hati, Ciptakan Kebersamaan, dan Menyatu dalam Harmoni”, acara ini tidak hanya menjadi ajang maaf-memaafkan pasca-Lebaran, tetapi juga simbol inklusivitas. Hal ini terlihat dari kehadiran tamu undangan yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, serta tokoh-tokoh lintas iman, baik Muslim maupun non-Muslim.

Mengawali dengan Doa dan Harapan

Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum MUI Kaltim, KH. Boechorie Noer. Dalam untaian doanya, beliau memohon keberkahan dan kedamaian bagi masyarakat Kalimantan Timur agar selalu dijaga dalam kerukunan.

Ketua Umum MUI Kaltim, KH. Muhammad Rasyid, dalam sambutannya menekankan pentingnya esensi “menata hati” setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

“Melalui momentum halalbihalal ini, kita diajak untuk membersihkan sisa-sisa ego dan prasangka. Saatnya kita menyatu dalam harmoni untuk membangun Kalimantan Timur yang lebih baik,” ujar KH. Muhammad Rasyid.

Dukungan Pemerintah Provinsi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif MUI. Gubernur Kaltim yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang III, Arief Murdiyatno, menyampaikan pesan tertulis mengenai pentingnya sinergi antara ulama, tokoh agama, dan pemerintah.

Arief menegaskan bahwa keharmonisan antarumat beragama adalah fondasi utama stabilitas daerah, terutama dalam menghadapi dinamika pembangunan di masa depan.

Menutup Hari dengan Keramahan

Puncak acara ditandai dengan sesi silaturahim di mana para tokoh agama dan pimpinan ormas saling berjabat tangan dan bertukar sapa. Suasana cair semakin terasa saat sesi foto bersama yang melibatkan seluruh elemen undangan, menunjukkan potret nyata toleransi di Kalimantan Timur.

Rangkaian kegiatan pun diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Hidangan khas lebaran menjadi pelengkap obrolan hangat antar tokoh yang hadir, menutup perhelatan 18 Syawal 1447 H ini dengan kesan mendalam tentang kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *