
Samarinda — SMK Negeri 15 Samarinda menggelar kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan skema okupasi content creator pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti oleh siswa-siswi jurusan DKV sebagai bagian dari upaya mengukur sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja kreatif.
Uji sertifikasi ini dirancang untuk mengasah keterampilan peserta dalam menciptakan konten digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Para siswa ditantang untuk menghasilkan konten promosi yang menarik, kreatif, dan komunikatif, sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan proses pembuatan konten promosi oleh masing-masing peserta. Dalam tahap ini, siswa dituntut untuk menggabungkan kemampuan desain visual, penulisan naskah, hingga pemahaman strategi komunikasi digital. Tidak hanya berfokus pada aspek estetika, konten yang dibuat juga dinilai dari segi pesan, target audiens, serta efektivitas penyampaian.
Setelah proses produksi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil karya. Pada tahap ini, peserta memaparkan konsep, tujuan, serta proses kreatif di balik konten yang mereka buat di hadapan Surya Fajar Saputra selaku asesor penguji. Kehadiran penguji ahli ini menjadi momen penting bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan komunikasi sekaligus mempertanggungjawabkan ide yang telah mereka kembangkan secara profesional.

Pelaksanaan uji sertifikasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam menghadapi tantangan di industri kreatif, khususnya di bidang content creation yang terus berkembang pesat. Selain itu, sertifikasi kompetensi juga menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK dalam meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan adanya kegiatan ini, SMK Negeri 15 Samarinda menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri digital masa kini melalui penilaian standar kompetensi yang ketat.
