UINSI Samarinda Gelar AICIEF 2026, Bahas Integrasi Keuangan Hijau Islam dan Transformasi Digital

Uncategorized

SAMARINDA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Annual International Conference on Islamic Economics and Finance (AICIEF) 2026 pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Ballroom Hotel Grand Sawit, Jalan KH. Abdurrasyid No. 34A, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Mengusung tema “Synergizing Islamic Green Finance, Digital Halal Value Chain, and Sharia Business Management for Global Economic Resilience”, konferensi ini menjadi wadah kolaborasi, diseminasi hasil penelitian, dan pertukaran gagasan untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tengah dinamika ekonomi global.

Kegiatan ini dimulai dengan rangkaian pembukaan yang diawali pertunjukan tari, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UINSI, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pimpinan, pembacaan surat keputusan, dan sesi foto bersama sebelum memasuki agenda utama konferensi.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan pimpinan. Sambutan Rektor UINSI Samarinda diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSI Samarinda, Dr. H. Moh. Mahrus, S.Ag., M.HI., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Sambutan ini menjadi bagian dari pembukaan konferensi yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, kolaborasi akademik, dan penguatan kajian ekonomi serta keuangan syariah.

Hadirkan Akademisi dari Berbagai Negara

AICIEF 2026 menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker).

Konferensi ini juga menghadirkan Asst. Prof. Dr. U-Samarn Yunu dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand; Qasem Muhammadi, Ph.D., dari University of Qom, Iran; Dr. Dziaudin dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Malaysia; serta Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA, dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Dziaudin dari Malaysia menjadi pemateri yang hadir secara langsung di lokasi konferensi. Sementara itu, pemateri lainnya menyampaikan materi secara daring melalui Zoom. Jalannya konferensi dimoderatori oleh M. Wahyu Diansyah, S.IP., M.Env.Mgmt.

Keterlibatan akademisi dari berbagai institusi tersebut memberikan ruang bagi pertukaran pengetahuan dan perspektif mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Forum akademik internasional juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring keilmuan serta mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan ekonomi.

Keuangan Hijau dan Digitalisasi Menjadi Isu Strategis

Tema AICIEF 2026 menyoroti pentingnya sinergi antara keuangan hijau Islam, rantai nilai halal digital, dan manajemen bisnis syariah dalam memperkuat ketahanan ekonomi global. Ketiga aspek tersebut memiliki relevansi dengan perkembangan ekonomi kontemporer yang semakin dipengaruhi oleh inovasi teknologi, tuntutan keberlanjutan lingkungan, dan pertumbuhan industri halal.

Keuangan hijau Islam berkaitan dengan pengembangan instrumen pembiayaan yang sejalan dengan prinsip syariah sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Dalam konteks ini, pengembangan sukuk berkelanjutan dan instrumen keuangan syariah lainnya dapat menjadi bagian dari kajian mengenai pembiayaan kegiatan ekonomi yang bertanggung jawab.

Sementara itu, digitalisasi rantai nilai halal berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi, distribusi, dan penelusuran produk halal. Pemanfaatan teknologi digital berpotensi meningkatkan efisiensi proses bisnis, transparansi rantai pasok, dan akses pasar bagi pelaku industri halal.

Adapun manajemen bisnis syariah menekankan pentingnya pengelolaan usaha yang memperhatikan prinsip-prinsip syariah, tata kelola yang baik, serta tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Integrasi ketiga bidang tersebut menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan mengenai daya saing industri halal dan ketahanan ekonomi di tengah perubahan global.

Cakupan keilmuan dalam konferensi ini meliputi perbankan syariah, keuangan hijau Islam dan teknologi finansial (fintech), sukuk berkelanjutan, keuangan syariah digital, investasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta keuangan sosial Islam.

Topik lainnya mencakup rantai nilai halal dan pembangunan berkelanjutan, ekonomi sirkular, pariwisata halal berkelanjutan, ketahanan pangan, manajemen bisnis syariah kontemporer, rantai pasok halal hijau, kepemimpinan Islam, tata kelola perusahaan syariah, pemasaran hijau, dan transformasi digital UMKM halal. Ragam topik tersebut menunjukkan luasnya ruang pengembangan ekonomi syariah yang mencakup sektor keuangan, industri, kewirausahaan, dan keberlanjutan.

Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Syariah

Rangkaian AICIEF 2026 dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi setelah agenda pembukaan, pembicara utama, dan istirahat kopi (coffee break). Kegiatan kemudian dijadwalkan berlanjut hingga penutupan.

Melalui penyelenggaraan konferensi ini, FEBI UINSI Samarinda menyediakan ruang bagi akademisi dan pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, mendiseminasikan hasil penelitian, serta memperluas kolaborasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Pembahasan mengenai keuangan hijau Islam, digitalisasi rantai nilai halal, dan manajemen bisnis syariah diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik serta mendukung pengembangan gagasan yang relevan dengan tantangan ekonomi masa kini. Dengan demikian, AICIEF 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kajian dan penelitian ekonomi syariah dalam merespons perkembangan teknologi, kebutuhan keberlanjutan, dan dinamika ekonomi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *