
Samarinda — Rangkaian Pariwisata Fest 2026 menghadirkan talkshow bertema “Geopark: Warisan Alam, Masa Depan Kaltim” pada Selasa, 29 September 2026, pukul 10.00 WITA hingga selesai di Mal Lembuswana, Samarinda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi geopark sebagai warisan alam yang memiliki nilai geologi, budaya, konservasi, sekaligus peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, H. Muhammad Faisal, S.Sos., M.Si. Kehadiran pemerintah daerah dalam forum ini menunjukkan pentingnya pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga memperhatikan nilai pelestarian alam, edukasi, dan identitas daerah.
Talkshow menghadirkan tiga pemateri dari bidang yang berbeda. Puji Harjanto, S.T., Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah dari ESDM, membawa perspektif geologi dalam melihat pentingnya kawasan geopark sebagai bagian dari kekayaan alam yang perlu dipahami dan dijaga.
Dari sisi kebudayaan, hadir Andika Arief Drajat Priyatno, S.S., Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur, Kementerian Kebudayaan. Pembahasan dari sudut pandang ini menempatkan budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas suatu kawasan.
Sementara itu, aspek konservasi dibahas oleh Ir. H. Niel Makinuddin dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Kehadiran perspektif konservasi memperkuat pemahaman bahwa pengembangan kawasan wisata perlu berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
Melalui tema “Geopark: Warisan Alam, Masa Depan Kaltim”, peserta diajak melihat geopark bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pelestarian, penelitian, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Nilai geologi, budaya, serta keanekaragaman lingkungan menjadi bagian yang perlu dikelola secara terpadu agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Talkshow ini juga menjadi ruang diskusi untuk mempertemukan perspektif pemerintah, geologi, kebudayaan, dan konservasi dalam satu forum. Kolaborasi antarbidang dinilai penting agar pengembangan geopark tidak hanya menarik secara pariwisata, tetapi juga tetap menjaga warisan alam dan budaya Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan ini, Pariwisata Fest 2026 diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang lebih bertanggung jawab, edukatif, dan berkelanjutan.