FGD dan Workshop Perkuat Kompetensi Guru PAI dalam Pembelajaran Shalat bagi Peserta Didik Disabilitas

Uncategorized

 

Samarinda, 6 Oktober 2026 — Penguatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pembelajaran agama yang inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop bertema “Penguatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Pembelajaran Shalat” yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WITA di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Samarinda.

Kegiatan tersebut ditujukan bagi para guru PAI dan Budi Pekerti untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam memberikan pembelajaran shalat kepada peserta didik penyandang disabilitas. Pembelajaran ibadah bagi peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, serta kebutuhan masing-masing peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dan ruang diskusi mengenai pelaksanaan pembelajaran shalat yang lebih adaptif dan inklusif. Melalui forum FGD, para peserta dapat membahas berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam mengajarkan praktik ibadah kepada peserta didik dengan beragam kondisi dan kemampuan.

Kegiatan menghadirkan Dedi Priansyah, S.E., M.Kom., Ketua Forum Disabilitas Samarinda, sebagai salah satu narasumber. Kehadiran Dedi memberikan perspektif mengenai kebutuhan dan pengalaman penyandang disabilitas, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang mampu memberikan akses pembelajaran agama secara setara.

Selain itu, Ustadz Susanto, Lc., M.Pd., selaku Pakar/Ahli Fikih Rukhsah, turut memberikan pemaparan mengenai aspek fikih dalam pelaksanaan ibadah bagi individu dengan kondisi tertentu. Materi fikih rukhsah menjadi bagian penting dalam pembahasan karena memberikan pemahaman mengenai bentuk kemudahan atau keringanan dalam menjalankan ketentuan ibadah sesuai kondisi yang dihadapi seseorang.

Melalui FGD dan workshop tersebut, guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menyampaikan materi shalat secara tepat, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemahaman pendidikan inklusif dan ketentuan fikih dalam proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SLB se-Kota Samarinda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *