
Kutai Timur — Program Kutimpreneur Batch 2 digelar selama tiga hari sebagai wadah pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas generasi muda dalam mengembangkan usaha. Kegiatan ini menyasar peserta yang telah memiliki usaha, pernah menjalankan usaha, maupun memiliki minat dan gagasan bisnis untuk dikembangkan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Program Kutimpreneur dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, dan mampu mengelola usahanya secara mandiri. Peserta mendapatkan rangkaian pembelajaran yang mencakup penguatan pola pikir, komunikasi, identifikasi peluang, pengembangan bisnis, negosiasi, hingga penyusunan proposal usaha.
Sejumlah narasumber dengan bidang keahlian berbeda dihadirkan dalam kegiatan tersebut. I Made Kertayasa membawakan materi Public Speaking, sementara Nanda memberikan materi Mindset & Goal Setting sebagai dasar bagi peserta dalam membangun pola pikir serta menentukan arah pengembangan diri dan usaha.
Pada materi pengembangan bisnis, Dedi Priansyah membawakan pembahasan mengenai Pertumbuhan Bisnis dan Identifikasi Peluang Bisnis. Materi tersebut diarahkan untuk membantu peserta memahami bagaimana melihat peluang pasar sekaligus menentukan langkah pengembangan usaha agar dapat bertumbuh secara lebih terencana.
Sementara itu, Windie Karina memberikan materi Teknik Pitching NLP, BRM 1.0, dan BRM 2.0. Melalui materi tersebut, peserta diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan ide maupun proposal bisnis secara lebih terstruktur dan meyakinkan.
Pembekalan juga diberikan oleh Fariszal Nova A. melalui materi Teknik Negosiasi dan Pembuatan Proposal Bisnis. Materi ini menjadi bagian penting dalam membantu peserta memahami proses komunikasi bisnis, membangun kesepakatan, serta menyusun dokumen proposal yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut melibatkan Faizal, yang menjabat sebagai Act. Manager Community Empowerment Department, ESD Division PT KPC, serta Rio Rahim sebagai Specialist Community Empowerment. Kehadiran unsur community empowerment tersebut memperkuat rangkaian pembinaan yang diarahkan pada pengembangan kapasitas dan kemandirian peserta.
Pada salah satu rangkaian hari pelatihan, agenda mencakup sesi pitching proposal bisnis, model pertumbuhan usaha, teknik negosiasi, penyusunan dokumen business proposal aplikatif, presentasi strategi bisnis, evaluasi akhir, hingga pemetaan inkubasi bisnis lanjutan. Peserta juga memperoleh kesempatan mempresentasikan strategi bisnis di hadapan tim penilai sebagai bagian dari proses evaluasi dan pengembangan usaha.
Melalui Kutimpreneur Batch 2, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide menjadi rencana bisnis yang lebih matang. Program ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi dan pembinaan agar generasi muda Kutai