LPEU MUI Kaltim Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Penyusunan Laporan Keuangan

Religius

Dukung Kemandirian Ekonomi Umat, LPEU MUI Kaltim Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Penyusunan Laporan Keuangan

SAMARINDA – Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menggelar agenda “Pelatihan Digital Marketing & Penyusunan Laporan Keuangan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 01 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat MUI Kaltim berdasarkan informasi resmi dari flyer WhatsApp Image 2026-06-30 at 15.26.43.jpeg.

Acara strategis ini diinisiasi sebagai langkah nyata dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta memperkuat tata kelola manajemen keuangan umat di tengah ketatnya persaingan era digital.

Menjembatani Syariat, Teknologi, dan Akuntabilitas Finansial

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dan arahan taktis dari jajaran pimpinan puncak MUI Kalimantan Timur.

Dalam sambutan pembukanya, Wakil Ketua Umum MUI Kaltim, Drs. K.H. M. Haiban, M.H., menekankan pentingnya bagi para pelaku usaha muslim untuk tidak hanya berfokus pada kuantitas penjualan, melainkan pada keberkahan ekonomi melalui integrasi nilai-nilai syariah. Namun, beliau juga menggarisbawahi bahwa niat baik harus dibarengi dengan kecakapan dalam membaca zaman.

“Ekonomi umat yang kuat adalah pondasi dari kemandirian bangsa. Di era modern ini, kita tidak boleh tertinggal. Penguasaan terhadap teknologi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi kita untuk bertahan dan berdaya saing. Kita harus mampu memanfaatkan platform digital agar produk-produk umat dapat merambah pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas nilai syariahnya,” tutur K.H. M. Haiban di hadapan para peserta.

Senada dengan visi tersebut, Ketua Bidang Penggerak Ekonomi Umat (PEU) MUI Kaltim, A. Sobyan H., M.M., M.H., dalam sambutannya memberikan pemaparan yang lebih teknis mengenai arah kebijakan pembinaan lembaga ke depan. Beliau menekankan bahwa kelemahan mendasar yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro dan umat adalah pada sektor pemasaran (marketing) dan manajemen finansial.

“Banyak pelaku usaha kita memiliki produk yang sangat luar biasa, tetapi terjebak pada metode pemasaran yang konvensional sehingga pertumbuhannya lambat. Di sisi lain, masalah yang tidak kalah krusial adalah pengelolaan uang. Tanpa laporan keuangan yang rapi dan akuntabel, bisnis akan sulit untuk naik kelas, sulit mendapatkan akses permodalan yang sehat, dan sulit diukur perkembangannya. Melalui pelatihan hari ini, kita harapkan terjadi akselerasi: pemasarannya bergerak cepat secara digital, dan fondasi internalnya kokoh dengan laporan keuangan yang transparan,” tegas A. Sobyan.

Penyampaian Materi Taktis oleh Para Ahli

Guna mengejawantahkan poin-poin penting dari sambutan para pimpinan tersebut, pelatihan ini langsung dilanjutkan dengan dua sesi materi inti yang dipandu oleh para pakar di bidangnya :

  1. Sesi Digital Marketing & Pengembangan Jaringan

    Disampaikan oleh Dedi Priansah, M.Kom selaku Koordinator Divisi Digitalisasi dan Pengembangan Jaringan LPEU MUI Kaltim. Beliau membedah strategi praktis mengoptimalkan media sosial dengan AI, ekosistem e-commerce, serta cara membangun jaringan kemitraan digital guna mendongkrak visibilitas produk di pasar nasional.

  2. Sesi Penyusunan Laporan Keuangan Keberlanjutan

    Dipandu oleh Bendahara LPEU MUI Kaltim, Rinna Ramadhan A. F., M.E. Dalam sesi ini, peserta diajarkan metode pencatatan arus kas, pemisahan uang pribadi dan uang usaha, hingga teknis penyusunan laporan keuangan sederhana namun standar, sehingga usaha yang dijalankan dapat dikelola secara profesional.

Melalui sinergi yang utuh antara penguasaan pemasaran digital dan kedisiplinan laporan keuangan, LPEU MUI Kaltim berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan mampu melahirkan ekosistem usaha umat yang tangguh, mandiri, akuntabel, dan siap bersaing di era digital. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *