Sambut Era Kecerdasan Buatan, Polnes Dorong Inovasi Pembelajaran di SD Terpadu Madina Samarinda

Education

Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai menyentuh akar pendidikan dasar. Menjawab tantangan era digital tersebut, Program Studi D3 Teknik Informatika, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Terpadu Madina, Jalan Sultan Alimudin, Sambutan, Samarinda, pada 25 September 2026.

 

Mengusung tema “Pelatihan Menjadi Guru Kreatif Menggunakan Bantuan Kecerdasan Buatan”, kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik dalam mengelola kelas yang lebih interaktif dan inovatif.

 

Inisiatif ini lahir sebagai respons proaktif terhadap kebijakan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Ketua pelaksana kegiatan, Bedi Suprapty, menuturkan bahwa regulasi tersebut membawa penyesuaian penting pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, salah satunya dengan memasukkan Koding dan Kecerdasan Buatan sebagai mata pelajaran pilihan untuk tingkat SD dan SMP mulai tahun ajaran 2025/2026.

 

“Fokus utama kami adalah membekali para guru agar siap menghadapi transisi ini. Kami ingin mereka tidak hanya kenal, tetapi mampu memanfaatkan teknologi AI untuk memfasilitasi kreativitas siswa di kelas, sejalan dengan visi besar Kurikulum Merdeka,” jelas Bedi Suprapty.

Pelatihan ini dikemas melalui pendekatan kualitatif partisipatif dalam bentuk workshop dan praktik langsung. Di bawah bimbingan instruktur Fajerin Biabdillah, serta didampingi oleh lima orang mahasiswa Polnes, para guru diajak untuk langsung mengoperasikan platform cerdas seperti Gemini Notebook, Gamma AI, Canva AI. Perangkat-perangkat ini difokuskan sebagai media pendukung untuk merancang materi pembelajaran yang menarik secara visual dan efisien secara waktu.

Dampak positif dari pelatihan ini langsung dirasakan oleh para peserta. Jumarni, salah satu perwakilan guru SD Terpadu Madina, mengaku inovasi ini sangat membantunya dalam menyederhanakan proses administratif. Menurutnya, pemanfaatan AI secara drastis mempercepat pembuatan modul ajar sehingga guru bisa lebih fokus menciptakan suasana kelas yang hidup dan interaktif.

Apresiasi senada juga datang dari Kepala SD Terpadu Madina, Izzatul Fa’izah. Ia menilai kegiatan dari Polnes ini tepat sasaran dan memberikan solusi konkret bagi kebutuhan para guru saat ini. “Pelatihan ini memberikan dampak nyata karena para guru langsung bisa mengimplementasikan AI dalam rancangan pembelajaran mereka. Semoga Politeknik Negeri Samarinda dapat terus berinovasi dan membawa manfaat luas bagi dunia pendidikan di Kota Samarinda,” ungkapnya.

Tidak hanya bermanfaat bagi pihak sekolah, program PKM ini juga menjadi laboratorium sosial bagi kelima mahasiswa Polnes yang terlibat. Mereka mendapatkan pengalaman berharga untuk mengasah empati, kepedulian sosial, serta memahami langsung tantangan riil di dunia pendidikan masyarakat.

Kolaborasi lintas institusi ini kemudian ditutup secara simbolis melalui penyerahan sertifikat pelatihan kepada perwakilan guru sebagai penanda suksesnya sinergi dalam memajukan kualitas pendidikan di Samarinda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *